BeritaDaerahSeni & Budaya

Menelusuri Sejarah Maritim Nusantara Tim Pinisi Adalah Kita Nusantara Berkunjung ke Museum Maritim Indonesia

3
×

Menelusuri Sejarah Maritim Nusantara Tim Pinisi Adalah Kita Nusantara Berkunjung ke Museum Maritim Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tim “Pinisi Adalah Kita Nusantara” bersama Riri Satria, Yoki Rendra Priyantoko, dan Andi Handriana saat kunjungan ke Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Jakarta, Veritika.id – Selasa (6/10/2026) tim “Pinisi Adalah Kita Nusantara” mengunjungi Museum Maritim Indonesia (MMI) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk melakukan riset mengenai sejarah, pengetahuan, dan perkembangan teknologi maritim Nusantara sebagai bahan persiapan rangkaian “Pinisi Adalah Kita Nusantara.”

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Rotua Magda Pardede sebagai konseptor dan sutradara, Mendra Dhany Swara sebagai asisten sutradara sekaligus tim artistik instalasi kapal, Condro Jogokaryo dan Tedi Asmara sebagai tim artistik instalasi kapal, serta Erna Winarsih Wiyono pada bidang publikasi.

Dalam kunjungan tersebut, tim bertemu dengan Riri Satria, Komisaris Utama PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), Yoki Rendra Priyantoko, Kepala Museum Maritim Indonesia, serta Andi Handriana, Kepala Bagian Pelayanan dan Edukasi Museum Maritim Indonesia.

Kesempatan berkunjung diperoleh melalui undangan dari Riri Satria yang memberikan ruang bagi tim untuk mengenal Museum Maritim Indonesia dan memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk persiapan kegiatan “Pinisi Adalah Kita Nusantara”.

Pertemuan dengan pihak museum juga menjadi langkah awal untuk menjajaki keterlibatan ketiganya sebagai narasumber pada Sarasehan Maritim

“Pinisi Adalah Kita Nusantara.”

Museum Maritim Indonesia menyajikan informasi mengenai sejarah pelabuhan, pelayaran, perdagangan, dan perkembangan teknologi maritim. Koleksi serta materi edukasi yang tersedia memberikan gambaran mengenai perubahan aktivitas pelabuhan dari waktu ke waktu.

Museum juga menggunakan teknologi digital sebagai salah satu media penyampaian informasi kepada pengunjung.

Bagi tim “Pinisi Adalah Kita Nusantara”, kunjungan ini memberikan sudut pandang lebih luas untuk melihat hubungan antara sejarah pelabuhan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan masyarakat pesisir.

Pembahasan bersama pihak museum dan Pelindo juga memperluas bahan riset mengenai perkembangan teknologi maritim Nusantara dari masa ke masa.

Riri Satria menambahkan tentang hubungan antara pelabuhan, logistik, perdagangan, dan perkembangan teknologi maritim. Pelabuhan memiliki fungsi sebagai tempat kapal datang dan berangkat sekaligus menjadi bagian dari proses pergerakan barang. Perkembangan pelabuhan juga berkaitan dengan kegiatan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Yoki Rendra Priyantoko dan Andi Handriana memberikan informasi mengenai pengelolaan museum, pelayanan pengunjung, serta program edukasi yang dijalankan. 

Pembahasan tersebut berkaitan dengan posisi pinisi sebagai salah satu jenis kapal tradisional Indonesia yang digunakan untuk pelayaran dan perdagangan. Kapal pinisi tidak digunakan sebagai kapal perang, melainkan banyak dimanfaatkan untuk mengangkut hasil bumi dan barang dagangan antardaerah. Penggunaan kapal tersebut turut mendukung hubungan antar pulau melalui jalur laut.

Hal tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat rangkaian “Pinisi Adalah Kita Nusantara”. Pinisi akan dibahas bukan hanya dari bentuk kapal dan teknik pembuatannya, tetapi juga melalui pengetahuan pembuatan kapal, keterampilan masyarakat pesisir, aktivitas perdagangan, serta hubungan antar daerah yang berlangsung melalui jalur laut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *