BeritaSeni & Budaya

Endah Wijayanti Serahkan Buku “Kisah di Toko Boneka Warna-warni” kepada Penyair Nunung Noor El Niel dan Rissa Churria

3
×

Endah Wijayanti Serahkan Buku “Kisah di Toko Boneka Warna-warni” kepada Penyair Nunung Noor El Niel dan Rissa Churria

Sebarkan artikel ini
Dinas Perpustakaan DKI Jakarta bersama PDS HB Jassin dan Komunitas PojokTIM menggelar diskusi serta peluncuran buku pada Selasa (9/6/2026) di Taman Ismail Marzuki. Acara menghadirkan karya Mengapa Saya Berubah, Simfoni Kata yang Berkarat, dan Kisah di Toko Boneka Warna-warni karya Endah Wijayanti yang mengangkat kisah remaja. Hadir pula penulis Nunung Noor El Niel dan Rissa Churria.

Jakarta, Veritika.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin serta Komunitas PojokTIM menyelenggarakan rangkaian kegiatan sastra.

Acara ini berisi sesi pembahasan gagasan dan perkenalan karya terbaru. Kegiatan berlangsung pada Selasa (9/6/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai di Ruang Sastra PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, Jalan Cikini Raya Nomor 73, kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Pembahasan utama berfokus pada buku berjudul Mengapa Saya Berubah: Dari Realisme Sosial ke Eksistensialisme Jawa karya Yon Bayu Wahyono. Pada kesempatan yang sama, diluncurkan dua kumpulan cerita pendek baru. Karya pertama berjudul Simfoni Kata yang Berkarat ditulis oleh Nanang R. Supriyatin, sedangkan karya kedua berjudul Kisah di Toko Boneka Warna-warni merupakan tulisan Endah Wijayanti.

Kisah di Toko Boneka Warna-warni adalah kumpulan cerita pendek yang mengangkat kehidupan tiga siswi kelas satu sekolah menengah atas. Karya ini memaparkan suasana dan pengalaman khas masa remaja melalui alur yang sederhana namun bermakna. Ceritanya berpusat pada perjalanan hidup dan hubungan pertemanan ketiga tokoh utama. Tulisan ini mengusung tema pencarian jati diri, persahabatan, serta berbagai peristiwa yang sering dialami pelajar. Sebagai kumpulan cerita pendek, karya ini disajikan dengan gaya yang akrab dan dekat dengan keseharian pembaca.

Karya tersebut diperkenalkan bersamaan dengan buku Simfoni Kata yang Berkarat. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong minat baca dan apresiasi terhadap karya tulis di Jakarta. Sesi diskusi menghadirkan Yon Bayu Wahyono dan Remmy Novaris DM sebagai pembicara, serta diisi dengan pembacaan cuplikan karya oleh sejumlah penulis perempuan.

Penulis Endah Wijayanti menyerahkan buku karyanya kepada dua penulis yang hadir, yaitu Nunung Noor El Niel dan Rissa Churria.

Nunung Noor El Niel adalah penulis kelahiran Jakarta. Sejak tahun 2012, ia telah menerbitkan sejumlah kumpulan puisi, antara lain Solitude, Perempuan Gerhana, Kisas, Perempuan dari Tujuh Musim, Betinanya Perempuan, Sumur Umur: 60 Puisi Pilihan, dan Cermin Bayang-Bayang. Ia turut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia dan menjabat sebagai pengurus.

Rissa Churria, yang dikenal dengan nama pena Ummi Rissa, berprofesi sebagai pengajar, penyair, penulis esai, pelukis, dan pengelola Rumah Baca Ceria di Bekasi, Jawa Barat. Ia mengajar di sekolah menengah dan juga bertugas sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dalam bidang sastra, ia turut mendirikan Jagat Sastra Milenia bersama Nunung Noor El Niel dan tercatat sebagai anggota Penyair Perempuan Indonesia. Sejumlah kumpulan puisi karyanya telah terbit, antara lain Harum Haramain, Perempuan Wetan, Blakasuta Liku Luka Perang Saudara, Matahari Senja di Bumi Osing, Bisikan Tanah Penari, dan Risalah Nagari Natasangin. Ia juga menyusun buku panduan pembelajaran berjudul Pedoman Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa, selain menulis cerita anak berjudul Tiga Penjaga Rahasia Lumora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *