Jakarta, Veritika.id – Beberapa perguruan tinggi di Indonesia mengubah tradisi perayaan wisuda dengan membatasi pengiriman karangan bunga.
Kebijakan ini bertujuan menjaga lingkungan di area kampus dan mengatur suasana agar terlihat lebih rapi. Selain itu, langkah ini juga mengurangi limbah dari dekorasi yang digunakan sekali pakai.
Sebagai pengganti karangan bunga, kampus mendorong penggunaan bibit tanaman hidup atau ucapan digital yang ditampilkan pada videotron saat acara berlangsung.
Alternatif ini dianggap lebih ramah lingkungan dan memiliki manfaat jangka panjang, karena bibit tanaman bisa tumbuh dan memperindah lingkungan. Sementara itu, ucapan digital dapat mengurangi bahan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah usai acara.
Beberapa perguruan tinggi yang sudah mengimplementasikan kebijakan ini termasuk Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga. Kebijakan ini juga terkait dengan program Green Campus yang dijalankan masing-masing institusi.
Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma di dunia pendidikan tinggi. Kampus tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat menerapkan budaya pelestarian lingkungan.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan di kalangan mahasiswa dan peserta acara. Pesan ini diharapkan dapat tersampaikan secara efektif dan menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dan mendorong berbagai pihak untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan, termasuk acara wisuda.












