Muara Enim, Veritika.id – Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, banyak pemuda di Lembak, Muara Enim kehilangan pekerjaan.
Pada waktu itu Danau Shuji yang sesungguhnya berpotensi menjadi objek wisata justru menjadi lokasi pembuangan sampah. Kondisi ini mendorong tokoh masyarakat Bob Permana mencari solusi untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus memberi penghidupan bagi warga.
Dengan biaya pribadi, Bob mengajak pemuda setempat membersihkan Danau Shuji. Setelah sekitar enam bulan kerja gotong-royong, tumpukan sampah, batang pohon berserakan, dan air keruh mulai hilang. Langkah pembersihan itu dilanjutkan dengan upaya menjadikan danau sebagai destinasi wisata yang bisa menyerap tenaga kerja lokal.
Inisiatif Bob menarik perhatian Pertamina EP Prabumulih Field (bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4). Perusahaan itu membantu tahap awal pengolahan sampah, lalu melanjutkan pendampingan melalui program MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji).
Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang berjalan 2021–2025 menyediakan pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, pengelolaan desa wisata, serta bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh. Panel surya ini mendukung pasokan listrik alternatif sekaligus menjadi sarana edukasi tentang transisi energi.
Setelah lima tahun pendampingan, program PEP Prabumulih Field resmi exit, dan Desa Wisata Danau Shuji kini mandiri. Danau Shuji menjadi tujuan populer di Muara Enim, dengan pengunjung dari Palembang, Lampung, Lubuklinggau, Bengkulu, dan Bangka. Wisatawan dapat menikmati pemandangan, naik perahu atau sepeda air, serta bersantai di saung pinggir danau sambil piknik.
Transformasi ini tidak hanya menuntaskan masalah sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja. Sekitar 30 warga bekerja sebagai pengawas dan pelayan saat akhir pekan atau musim liburan, sambil tetap mengurus kebun mereka di waktu biasa. Pengembangan wisata juga menghidupkan UMKM lokal, seperti kerupuk, opak, dan kemplang khas Lembak — yang dijajakan sepanjang jalan menuju danau.
Pendapatan dari wisata didistribusikan pula ke masjid-masjid setempat dan badan usaha milik desa, sehingga manfaat ekonomi dirasakan lebih luas. “Kami tak menyangka tempat yang dulu kumuh kini menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat. Yang penting lingkungan bersih, pemuda punya kegiatan positif, dan masyarakat dapat penghasilan tambahan,” ujar Bob.
Kepedulian warga seperti Bob mendorong PEP Prabumulih Field terus mengembangkan program pemberdayaan di wilayah operasi. “Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Manager Community Involvement and Development PHR, Iwan Ridwan Faizal.
Perubahan Danau Shuji juga sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia: pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan dapat membuka manfaat ekonomi dan sosial.
PHR Zona 4 terus menyalakan semangat lingkungan melalui program pemberdayaan, kampanye edukasi pelajar, kompetisi bertema lingkungan, serta penanaman pohon buah produktif dan pohon pelindung di kawasan hutan Benakat Semanggus sebagai bagian dari konservasi habitat gajah.












