BeritaSeni & Budaya

KPN+ Bekasi Tampilkan Piano 4 Tangan dan Bahas Pengaruh AI terhadap Musik

3
×

KPN+ Bekasi Tampilkan Piano 4 Tangan dan Bahas Pengaruh AI terhadap Musik

Sebarkan artikel ini
KPN+ 2026 region Bekasi dan Cikarang menghadirkan Ananda Sukarlan untuk membahas pengaruh AI terhadap musik. Ajang ini juga menampilkan perkembangan piano 4 tangan serta kategori Tembang Puitik yang mengangkat karya penyair Jawa Barat. Ananda Sukarlan (tengah) mengenakan busana tenun kuning-biru karya desainer Rosdhani, bersama peserta talkshow “A.I. – Ananda’s Insight”.

Bekasi, Veritika.id – Komponis dan pianis Ananda Sukarlan kembali hadir di Bekasi melalui Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2026 region Bekasi dan Cikarang yang digelar pada 26–27 September 2026 di Hotel Santika Mega City Bekasi. Bekerja sama dengan Signature Music Academy, rangkaian acara ini menghadirkan talkshow mengenai kecerdasan buatan dalam musik serta kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai kelompok usia dan kategori musik klasik.

Kehadiran Ananda di Bekasi tahun ini menjadi kunjungan ketiganya dalam rangkaian KPN+. Pada Sabtu, 26 September, ia menjadi narasumber tunggal pada talkshow bertajuk “A.I. – Ananda’s Insight”. Fabian Febiano, pendiri Signature Music Academy sekaligus mitra penyelenggara KPN+ region Bekasi, bertugas sebagai pembawa acara dan moderator.

Pembahasan talkshow berfokus pada penggunaan artificial intelligence (AI) di bidang musik. Ananda menyoroti sejumlah perubahan yang mungkin muncul ketika teknologi tersebut semakin sering digunakan untuk membuat karya musik.

Menurut Ananda, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah potensi berkurangnya keaslian karya serta ekspresi emosional manusia. Musik selama ini menjadi sarana untuk menyampaikan pengalaman pribadi, kegembiraan, perjuangan, ingatan budaya, dan berbagai bentuk ekspresi manusia.

AI menghasilkan karya dengan memanfaatkan pola dari data yang digunakan untuk melatih sistem. Menurut Ananda, cara kerja tersebut dapat menghasilkan musik yang terdengar rapi, tetapi memiliki kemungkinan mengikuti pola yang sudah ada. Jika penggunaan teknologi tersebut semakin luas, musik populer berpotensi menghadirkan banyak karya dengan formula yang serupa.

Persoalan lain muncul dari bertambahnya jumlah konten yang dibuat menggunakan AI. Platform streaming dan media sosial dapat dipenuhi karya yang diproduksi dengan cepat dan disesuaikan dengan sistem rekomendasi. Situasi ini dapat menambah persaingan bagi musisi yang menciptakan karya secara langsung.

Ananda menilai AI tidak harus dijauhkan dari dunia musik. Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu disertai aturan mengenai sumber data pelatihan, pencantuman pencipta, kompensasi, serta perlindungan terhadap proses kreatif manusia.

Bekasi dan Perkembangan Piano 4 Tangan

KPN+ 2026 digelar di 11 kota di Indonesia dengan jumlah peserta lebih dari 600 orang. Peserta mayoritas berusia 5–17 tahun. Selain piano, kompetisi ini menyediakan kategori untuk berbagai instrumen serta vokal klasik.

Kata “Plus” pada KPN+ menunjukkan perluasan kategori tersebut. Peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai instrumen atau kemampuan vokal yang mereka tekuni.

Salah satu kategori yang mendapat sorotan pada pelaksanaan KPN+ Bekasi adalah piano 4 tangan atau piano duet. Menurut Ananda, kategori tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup terlihat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Ada sesuatu yang istimewa di KPN+ Bekasi ini. Bekasi sudah menjadi pelopor genre piano 4 tangan atau piano duet, dan tahun ini meningkat kualitas dan kuantitasnya. Sejak tahun lalu Bekasi, tepatnya Signature Music Academy pimpinan Fabian Febiano, mempopulerkan genre ini. Kota-kota lain pun mengikuti tren ini, sehingga semoga Indonesia akan menjadi pelopor kebangkitan genre yang pernah sangat populer pada awal abad ke-20 di Eropa ini,” ujar Ananda.

Ananda mendirikan KPN+ bersama manajernya, Chendra Panatan, pada 2016. Perkembangan kategori piano duet di Bekasi kemudian menjadi salah satu hal yang ia soroti pada penyelenggaraan tahun ini.

Pingkan Membawakan Dua Karya Ananda Sukarlan Dua Karya Penyair Jawa Barat

Kategori Tembang Puitik juga menjadi salah satu bagian pada KPN+ Bekasi. Peserta menggunakan puisi sebagai teks untuk karya vokal dan memilih repertoar sesuai kemampuan masing-masing.

Pingkan Sherrina Putri Pandeinuwu, peserta berusia 11 tahun asal Tomohon, membawakan dua karya Ananda Sukarlan. Keduanya menggunakan puisi karya penyair Jawa Barat, yaitu “Luna” karya Erna Winarsih Wiyono dan “September Tuarang” karya Rissa Churria.

Menurut Ananda, pilihan Pingkan sekaligus menunjukkan kemampuan vokal yang cukup matang untuk usianya.

“Menurut saya, Pingkan ini sangat istimewa. Usia 11 tahun adalah usia yang sangat muda untuk dapat menyanyikan dua lagu saya yang cukup sulit, baik dari segi teknik, intonasi, dinamik, maupun kematangan interpretasi,” kata Ananda.

Ia juga menilai kedua lagu tersebut memiliki karakter yang berbeda.

“Selain itu, ia juga memilih dua lagu yang berkarakter kontras: ‘Luna’ (puisi Erna Winarsih Wiyono) yang tragikomik dan ‘September Tuarang’ (puisi Rissa Churria) yang melankolik-romantik,” lanjutnya.

Pilihan karya penyair lokal sebelumnya juga menjadi bagian dari arahan Ananda kepada peserta kategori Tembang Puitik. Menurutnya, cara tersebut dapat memperkenalkan karya para penyair kepada penonton musik klasik.

Selain Pingkan, Gracia Evelin Pakpahan menjadi juara pertama kategori Tembang Puitik Senior. Gracia membawakan “Suara dari Pengungsian” karya Nissa Rengganis, penyair kelahiran Cirebon.

Pingkan yang berasal dari Tomohon dan Gracia yang berasal dari Jawa Barat hingga kini belum menginformasikan repertoar yang akan mereka bawakan pada babak Grand Final KPN+ di Jakarta pada Desember 2026.

Ananda merupakan komponis Indonesia yang banyak menciptakan tembang puitik atau art song, yaitu karya vokal yang menggunakan puisi sebagai teks. Ia telah menciptakan lebih dari 600 tembang puitik berdasarkan puisi berbahasa Inggris, Spanyol, dan Indonesia.

Masih Ada Kompetisi di Salatiga dan Surabaya

Setelah Bekasi, rangkaian KPN+ 2026 masih berlanjut di sejumlah kota di Pulau Jawa. Pendaftaran untuk KPN+ Salatiga dan Surabaya masih dibuka.

Kompetisi di Salatiga dijadwalkan pada 25 Oktober 2026 di Gedung Resital Universitas Kristen Satya Wacana. Sementara itu, kompetisi Surabaya akan berlangsung pada 7 November 2026 di Amadeo Hall.

Peserta yang meraih posisi juara pada KPN+ region Bekasi dan berhak mengikuti Grand Final di Jakarta pada 11–13 Desember 2026 adalah:

Usia Dini B

Juara 3

  • Dunstan Keivel Estyar Waradana
  • Hope Valencia Tendean
  • Elnathan Marcello Hariandja

Usia Dini C

Juara 2

  • Putu Lavanya Gita Anindya

Juara 3

  • Emilia Mireilla Lagamia
  • Oliver Reynand Johanson

Pemula B

Juara 2

  • Violin Maleakhi Handoko

Juara 3

  • Yosafat Elvan Prasetyo

Pemula C

Juara 1

  • Denzel Aiden Woen
  • Faith Jillian Tendean
  • Diandra Sirmusta Kaolan

Juara 2

  • Damianus Krishna Estyar Waradana
  • Patrisius Aldrian Prasetyo

Juara 3

  • Genoveva Prameshwari Niratmaka
  • Ayesha Amanar Noor Zaide Prabowo

Menengah B

Juara 1

  • Olivia Lauren Adaratana

Menengah C

Juara 3

  • Axelle Dimaz Khan R

Lanjutan C

Juara 3

  • Rais Azzam

Tembang Puitik Junior

Juara 1

  • Sherrina Pingkan Putri Pandeinuwu

Tembang Puitik Senior

Juara 1

  • Gracia Evelin Pakpahan

Piano 4 Tangan

Juara 1

  • Bernardinus Enosh Wicaksana & Axelle Dimaz Khan R
  • Marcella Wiranata & Theresia Wiswidianingsih

Juara 2

  • M. Queensha Allexandrina Bentoni & Aurelia Angeline Arief Tanubrata

Juara 3

  • Benedict Darmajaya & Emilia Latisha Ayra Sariwijaya
  • Joseph Ondihon Noel Hutasoit & Jonathan Unedo Olivier Hutasoit
  • Matthew Carlo Joverson & Nicholas Christory Joverson

Para pemenang tersebut akan melanjutkan kompetisi ke Grand Final KPN+ di Jakarta pada 11–13 Desember 2026. Sementara itu, KPN+ Bekasi tahun ini menampilkan beberapa kategori musik klasik, termasuk piano 4 tangan dan Tembang Puitik yang memberi ruang bagi karya para penyair dari Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *