Bandung, Veritika.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengingatkan pelanggan agar selalu cermat memeriksa barang bawaan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan kereta api. Imbauan ini disampaikan karena setiap bulan masih ditemukan ratusan barang milik penumpang yang tertinggal.
Dari Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 2 Bandung mencatat 1.479 barang tertinggal di stasiun dan kereta, terdiri dari 16 makanan, 926 barang biasa seperti pakaian dan helm, serta 527 barang berharga seperti telepon seluler, laptop, uang tunai, dan perhiasan. Nilai barang yang diamankan diperkirakan mencapai Rp899.972.000.
Semua barang ditemukan diamankan dan dikelola sesuai prosedur Lost and Found KAI, dengan upaya mengembalikannya ke pemilik setelah verifikasi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa barang sebelum turun dari kereta atau meninggalkan stasiun.
“Luangkan waktu memastikan tidak ada barang tertinggal di rak bagasi, bawah kursi, atau sekitar tempat duduk. Ini langkah sederhana yang bisa mencegah kehilangan barang berharga,” katanya.
Kuswardojo menambahkan, KAI berkomitmen memberikan pelayanan penanganan barang tertinggal yang cepat, profesional, dan akuntabel. Petugas stasiun dan awak kereta rutin memeriksa setelah perjalanan untuk mengamankan barang yang ditemukan.
KAI juga menjelaskan masa penyimpanan barang temuan: makanan mudah basi disimpan 1×24 jam, makanan kering 7×24 jam, barang biasa 1 bulan, dan barang berharga hingga 3 bulan. Jika tidak diambil, makanan dibuang, barang biasa disalurkan ke lembaga sosial, dan barang berharga diserahkan ke polisi.
Pelanggan yang kehilangan barang dapat melaporkan ke petugas stasiun atau Contact Center KAI 121 untuk memperbesar peluang barang ditemukan dan dikembalikan.
KAI Daop 2 Bandung mengajak pelanggan membiasakan pengecekan barang sebelum turun atau meninggalkan area stasiun, agar perjalanan kereta api semakin aman dan nyaman. (FA)












