Lampung, Veritika.id – Selama lima hari, tepatnya tanggal 15 hingga 20 April 2026, pianis dan komponis Ananda Sukarlan melakukan kunjungan kerja ke Bandar Lampung, Balikpapan, dan Samarinda. Di Lampung, acara bertajuk “Ngobras” atau Ngobrol Bareng Ananda Sukarlan digelar pada 15 April 2026 di Rumah Kayu. Kegiatan ini dilanjutkan dengan serangkaian masterclass bagi para musisi pada hari berikutnya di Amadeus Music Course Lampung sebagai tuan rumah.
Ajang berbagi ilmu yang mencakup aspek teknis permainan hingga pembahasan mengenai prospek karir di dunia musik klasik ini merupakan bagian dari persiapan Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) untuk wilayah Sumatera. Penyelenggaraan di provinsi yang dikenal dengan julukan Sai Bumi Ruwa Jurai ini menjadi kali kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian acara di Lampung, Ananda terbang menuju Balikpapan dan melanjutkan perjalanan ke Samarinda atas undangan NYMO (Nusantara Youth Music Olympics). Di sana, ia mengadakan diskusi bertajuk “A.I” atau Ananda’s Insight bersama para pelaku seni musik di Five Premiere Hotel, yang kemudian disusul dengan berbagai sesi pelatihan. Kunjungan ini juga bertujuan mempersiapkan pelaksanaan KPN+ yang akan digelar untuk pertama kalinya pada bulan November 2026 mendatang.
Di kedua wilayah tersebut, Ananda banyak membahas peluang luas yang tersedia bagi pengembangan musik klasik. “Saya selalu mengingat dongeng tentang dua penjual sepatu,” ujarnya. “Begitu tiba di tempat yang sama, penjual pertama menyampaikan bahwa produk tidak akan laku karena penduduk belum mengenal alas kaki. Sebaliknya, penjual kedua melihat peluang besar justru karena kondisi tersebut. Saya berada di pihak kedua. Itu sebabnya saya berkeliling Indonesia sambil mengadakan Kompetisi Piano Nusantara Plus yang tahun ini berlangsung di 11 kota, termasuk daerah yang masih minim paparan musik klasik seperti Lampung dan Kalimantan Timur.”
Lebih lanjut ia menjelaskan, minat masyarakat dan generasi muda terhadap permainan instrumen musik sudah sangat tinggi. Namun, penguasaan teknik dan wawasan musik secara umum masih perlu ditingkatkan, sehingga kehadiran tenaga ahli sangat diperlukan.
Ananda juga menyoroti potensi lapangan pekerjaan yang besar. “Bagi lulusan fakultas musik dari berbagai institusi pendidikan tinggi, sebaiknya mempertimbangkan untuk membuka sekolah musik atau memberikan bimbingan belajar di dua provinsi ini. Permintaan untuk bidang piano, vokal klasik, dan alat musik gesek sangat banyak. Selain itu, para pengajar yang sudah ada di wilayah tersebut juga memerlukan pelatihan dan penambahan ilmu yang lebih intensif,” ungkap pencipta karya Rapsodia Nusantara yang kini berjumlah 44 nomor ini.
Komponis yang pernah dikutip oleh harian Australia, Sydney Morning Herald, sebagai salah satu pianis terkemuka dunia ini menambahkan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci utama.
Pada bulan Mei 2026, penerima penghargaan tinggi dari Pemerintah Italia dan Kerajaan Spanyol ini akan bertugas di Eropa. Ia kembali ke Indonesia pada bulan Juni untuk memberikan seminar dan pelatihan di Jawa Tengah. Sementara itu, jadwal Kompetisi Piano Nusantara Plus ditetapkan pada 18 Oktober di Lampung dan 15 November di Balikpapan. Pemenang dari babak ini akan melaju ke ajang Ananda Sukarlan Award 2027 dengan berbagai hadiah menarik, termasuk beasiswa kursus di Perancis dan biaya kuliah satu tahun di Australian Institute of Music, Sydney.












