BeritaInternasionalSeni & Budaya

Puisi Esai “Kampungku di Aceh Hilang” Gugah Penonton di Woodlands Regional Library Singapura

4
×

Puisi Esai “Kampungku di Aceh Hilang” Gugah Penonton di Woodlands Regional Library Singapura

Sebarkan artikel ini
SatuPena Sumatera Barat dan Sumbar Talenta tampil di Woodlands Regional Library, Singapura, melalui acara Jalinan Serumpun: Safari Puisi dan Seni. Puisi esai “Kampungku di Aceh Hilang” karya Denny JA menjadi salah satu sajian, disertai tari Garak Garik Piriang Pusako. Kegiatan ini mempertemukan seniman Indonesia dan Singapura sekaligus mengenalkan karya sastra dan seni Sumatera Barat kepada penonton Singapura.

Singapura, Veritika.id – Puisi esai “Kampungku di Aceh Hilang” karya Denny JA dipentaskan oleh rombongan SatuPena Sumatera Barat dan Sumbar Talenta pada acara Jalinan Serumpun: Safari Puisi dan Seni, Siri Jelajah Sastra & Budaya di Auditorium Woodlands Regional Library, Singapura, Sabtu (1/8/2026).

Pertunjukan yang menghadirkan penyair dan seniman dari Indonesia serta Singapura itu menampilkan karya sastra, video latar bencana banjir, dan tari tradisional Sumatera Barat untuk mengenang peristiwa yang mengakibatkan empat kampung di Aceh terdampak.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari program Safari Puisi Empat Negara yang digagas SatuPena Sumatera Barat, Sumbar Talenta, ASTRIA, dan Ombak Production House Singapura. Kegiatan ini mempertemukan pelaku sastra dan seni dari kedua negara melalui sejumlah sajian budaya.

Puisi esai “Kampungku di Aceh Hilang” menjadi salah satu karya yang mendapat respons penonton. Para penampil menyampaikan teks puisi dengan ekspresi panggung yang kuat, disertai tayangan video mengenai bencana banjir. Materi visual tersebut mendukung suasana pertunjukan tanpa mengubah fokus utama pada karya sastra.

Penyair Singapura, Isa Kamari, penerima Cultural Medallion Singapore 2007 dan S.E.A. Write Award 2006, turut hadir pada acara tersebut. Pada sesi pembukaan, ia menyampaikan kegembiraannya melalui puisi berjudul “Kasih Seorang Seniman”.

“Sungguh saya sangat gembira dapat menghadiri pertunjukan ini,” ujar Isa Kamari.

Perwakilan ASTRIA, Hartinah Ahmad, menyebut seni dan budaya menjadi ruang pertemuan bagi para seniman dari Sumatera Barat dan Singapura.

“Dengan jiwa dan raga kami menerima rombongan dari Sumatera Barat dengan senang hati. Persembahan dari Sumatera Barat dan Singapura tentu sangat menghibur,” tutur Hartinah.

Ketua SatuPena Sumatera Barat, Sastri Bakry, mengatakan rombongan Sumatera Barat membawa sejumlah materi seni, termasuk puisi esai “Kampungku di Aceh Hilang” karya Denny JA yang juga menjabat Ketua Umum SatuPena. Selain karya sastra, rombongan menampilkan tari Garak Garik Piriang Pusako oleh Sumbar Talenta.

Sastri Bakry menyampaikan terima kasih kepada ASTRIA, National Arts Council Singapore, ACE The Place Community Club, ACE The Place CC MAEC, dan Ombak Production House yang mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

Rombongan Sumatera Barat berjumlah 10 orang, yakni Sastri Bakry selaku ketua, Armaidi Tanjung, Zusneli Zubir, Andria Catri Tamsin, Yenni Ibrahim, Kharles, Siska Saputri, Dendi, Thalia, dan Nuning Purnama.

Setelah pertunjukan selesai, penonton memenuhi auditorium Woodlands Regional Library hingga acara berakhir. Stit, Manajer Pertunjukan sekaligus Ketua II ASTRIA, menilai sajian dari Sumatera Barat mendapat sambutan positif.

“Sepanjang persembahan hari ini, terutama dari Sumatera Barat tadi mantap. Sangat menghibur, semuanya mantap. Penonton dari Singapura pun sangat terhibur dengan apa yang ditampilkan,” ujar Stit.

Kegiatan tersebut memperlihatkan pertemuan karya sastra dan seni pertunjukan Indonesia-Singapura melalui program yang menghadirkan puisi, puisi esai, serta tari tradisional Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *