BeritaSeni & Budaya

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang IMLF-4 Kolaborasi dengan Belanda, Jerman, Inggris dalam Seminar Literasi dan Sejarah

14
×

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang IMLF-4 Kolaborasi dengan Belanda, Jerman, Inggris dalam Seminar Literasi dan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Pada Senin (30/3/2026), Kemlu RI menyelenggarakan pertemuan antara Pemkot Bukittinggi dan panitia IMLF-4 dengan Duta Besar Belanda, Jerman, serta perwakilan Inggris di Jakarta. Pertemuan ini untuk mengundang mereka jadi pembicara seminar seputar Jam Gadang dalam rangka IMLF-4 (3-7 Juni 2026) dan perayaan 100 Tahun Jam Gadang. Jam Gadang dibangun masa Belanda dengan mesin dari Jerman. Para tamu mengapresiasi acara, dan Wali Kota meminta dukungan untuk meramaikan perayaan. Acara ditutup dengan penyerahan miniatur Jam Gadang.

Jakarta, Veritika.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Deni Abdi menyelenggarakan pertemuan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan penyelenggara Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 (IMLF-4) dengan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Belanda, serta Duta Besar Jerman pada hari Senin (30/3/2026) di Ruang VIP Rumah Makan Natrabu, Jakarta.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk mengundang pembicara dari Belanda, Inggris, dan Jerman menghadiri seminar seputar Jam Gadang yang akan diselenggarakan dalam rangka IMLF-4 pada tanggal 4 Juni 2026 di Bukittinggi, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi.

Para Duta Besar yang menghadiri memberikan apresiasi setelah menyimak presentasi Wakil Ketua Panitia IMLF Soni Drestiana mengenai penyelenggaraan IMLF-4 dan perayaan 100 Tahun Jam Gadang yang akan mengangkat tema literasi di berbagai bidang. Hubungan sejarah terjalin karena Jam Gadang dibangun pada masa pemerintahan Belanda, sedangkan mesin jam tersebut dibuat di Jerman.

Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI Grata Wredaningtyas membuka pembicaraan sebagai tuan rumah. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Laos. “Jam Gadang menjadi daya tarik utama bagi Kota Bukittinggi. Saya telah mencari informasi lengkap mengenai Jam Gadang untuk menghadiri pertemuan ini,” ucapnya.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Panitia IMLF-4 yang diperankan Sastri Bakry atas kesempatan bertemu dengan para Duta Besar. Beliau juga meminta dukungan untuk meramaikan perayaan 100 Tahun Jam Gadang. “Semoga kehadiran para Duta Besar dapat meningkatkan makna dan kegembiraan dalam peringatan ini,” ujar Ramlan.

Beliau juga mengemukakan pertanyaan mengenai lokasi pembangunan Jam Gadang. “Mengapa kerajaan Belanda memilih membangun monumen ini di Bukittinggi, bukan di Yogyakarta atau daerah lain? Saat ini Jam Gadang telah menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat,” tambahnya saat memaparkan bentuk dan perkembangan Jam Gadang mulai dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua IMLF-4 Sastri Bakry menjelaskan bahwa seminar internasional seputar Jam Gadang akan mengangkat ikon sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat Minangkabau dan Indonesia. “Dalam rangka perayaan satu abad Jam Gadang, kami menyelenggarakan seminar yang akan membahas berbagai aspek terkait Jam Gadang, dengan melibatkan delegasi dari IMLF-4,” jelasnya.

Sastri menyampaikan bahwa IMLF-4 direncanakan berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Juni 2026 di Bukittinggi, dan akan diselenggarakan bersamaan dengan perayaan 100 Tahun Jam Gadang.

Selain Ramlan Nurmatias, Sastri Bakry, dan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi sekaligus Ketua Umum Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Rismal Hadi, pertemuan juga dihadiri oleh Duta Besar Belanda Marc Geritssen, Wakil Duta Besar Jerman Minister Thomas Graf, Minister Counsellor Kedutaan Besar Inggris, serta Direktur Diplomasi Publik Anie Nigerawati.

Deni Abdi berharap Pemerintah Kota Bukittinggi dan panitia menyusun acara ini dengan serius, memperhatikan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan bagi seluruh delegasi. Beliau juga mengingatkan untuk mendidik masyarakat sebagai tuan rumah agar dapat mempromosikan pariwisata Bukittinggi.

Acara ditutup dengan penyerahan miniatur Jam Gadang kepada para Duta Besar, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *