Jakarta, Veritika.id – Pusat Dokumen Sastra HB Jassin bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta serta Komunitas PojokTIM menggelar rangkaian kegiatan sastra berupa peluncuran buku, pembahasan karya, dan diskusi terbuka.
Acara ini dihadiri oleh seluruh kalangan masyarakat ini berlangsung di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Bertempat di Ruang Sastra PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, Jalan Cikini Raya. Rangkaian acara dimulai pada Selasa (9/6/26) pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Pembahasan acara ini ditujukan kepada buku berjudul Mengapa Saya Berubah: Dari Realisme Sosial ke Eksistensialisme Jawa. Selain itu, digelar pula peluncuran dua karya kumpulan cerita pendek, yaitu Simfoni Kata yang Berkarat karya Nanang R. Supriyatin dan Kisah di Toko Boneka Warna-warni karya Endah Wijayanti.
Sesi diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Yon Bayu Wahyono, Remmy Novaris DM, dan Nanang R. Supriyatin. Penyampaian pandangan serta tanya jawab dipandu oleh Giyanto Subagio selaku moderator.
Suasana acara semakin lengkap dengan penampilan pembacaan nukilan cerita pendek yang dibawakan oleh Marina Novianti, Dyah Kencono Puspito Dewi, dan Rissa Churria. Sebagai pembawa acara bertindak Sri Rahayu. Kegiatan ini disusun sebagai wadah penyebaran pengetahuan, peningkatan apresiasi terhadap karya sastra, serta sarana pertemuan langsung antara pengarang dan pembaca.
Rissa Churria tampil dalam kesempatan tersebut merupakan pendidik dan sastrawan yang akrab disapa Ummi Rissa. Ia berdomisili di Bekasi, Jawa Barat, dan berperan aktif di bidang pendidikan, literasi, serta seni. Sehari-hari ia bertugas sebagai pengajar di tingkat sekolah menengah pertama dan atas, sekaligus menjabat sebagai dosen di Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Jakarta.
Di luar lingkungan akademik, ia mengelola Rumah Baca Ceria di Bekasi untuk mendorong minat baca warga sekitar. Ia juga tercatat sebagai pengurus Komunitas Jagat Sastra Milenia dan anggota Penyair Perempuan Indonesia. Selain itu, ia bergabung dalam tim kajian budaya digital yang dipimpin Riri Satria.
Sepanjang perjalanan berkarya, ia telah menerbitkan lebih dari sepuluh buku kumpulan puisi tunggal, salah satunya berjudul Bisikan Tanah Penari yang terbit pada 2021. Namanya juga tercatat sebagai penulis dalam lebih dari seratus antologi puisi yang disusun secara kolaboratif, baik berskala nasional maupun mancanegara.
Di bidang pendidikan, ia menyusun sejumlah buku pegangan perkuliahan, antara lain Pedoman Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa dan Problematika Bahasa Indonesia: Perkuliahan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi.












