Jakarta, Veritika.id – Gereja Santo Yohanes Penginjil, yang dikenal sebagai Paroki Blok B dan berada di Jakarta Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kepada umat.
Gereja yang berada di bawah reksa pastoral Serikat Yesus ini memiliki perhatian khusus dalam pendampingan umat berkebutuhan khusus. Untuk mendukung pengembangan program dan fasilitas yang membutuhkan biaya besar, pihak paroki menggelar acara penggalangan dana dengan menggandeng nama-nama besar di dunia seni musik Indonesia.
Salah satu tokoh yang terlibat adalah pianis dan komponis klasik ternama, Ananda Sukarlan. Ia menerima undangan kerja sama ini dengan antusias. Ananda sendiri memiliki latar belakang yang dekat dengan tema kegiatan ini, karena ia lahir dengan kondisi Asperger’s dan sindrom Tourette. Selain itu, ia juga merupakan alumni SMA Kolese Kanisius, lembaga pendidikan yang juga bernaung di bawah Ordo Jesuit.
Konser amal ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 15.00 WIB di lokasi gereja. Pemilihan tanggal ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ananda Sukarlan membawakan komposisi berjudul “Variations on Ibu Soed’s ‘Pergi Belajar’”, beserta karya-karya pendek lainnya yang bernuansa pendidikan.
Acara juga masih berada dalam suasana peringatan Hari Kartini. Ananda menampilkan karya berjudul “Panggil Aku Kartini Saja”. Komposisi ini terinspirasi langsung dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama. Penyusunan karya ini mengikuti cara penggalangan novel yang tidak berdasar urutan waktu, melainkan berdasarkan fragmen pemikiran R.A. Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya.
Musik yang diciptakan menggambarkan perjalanan hidup dan pola pikir Kartini, mulai dari latar belakang keluarga, kepedulian terhadap masyarakat, pandangan terhadap budaya luar, hingga sisi spiritualitasnya. Bagian akhir karya yang berbentuk Fuga atau polifoni merefleksikan kerumitan pemikiran dan pergulatan batin yang dialami tokoh perintis emansipasi wanita tersebut di tengah pengaruh sistem feodal dan kolonial pada masanya.
Tidak tampil sendirian, Ananda Sukarlan didampingi oleh penyanyi soprano terkenal, Pepita Salim. Kemampuan vokal Pepita dalam ranah opera dan musik klasik sudah diakui luas, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai musisi dan grup musik ternama. Namanya juga tercatat sebagai salah satu seniman yang masuk dalam daftar tokoh berpengaruh di Asia oleh majalah internasional.
Ketertarikan Pepita pada dunia musik tumbuh sejak usia dini, didukung penuh oleh keluarga melalui pendidikan piano, biola, hingga paduan suara. Ia pernah menjadi finalis kompetisi musik nasional sebelum melanjutkan studi vokal klasik dan orkestrasi di New England Conservatory of Music, Boston, Amerika Serikat. Pengalaman internasionalnya sangat kaya, termasuk pernah tergabung dalam produksi musikal Broadway The King And I yang melakukan tur ke berbagai kota di Amerika Utara.
Dalam konser ini, Pepita Salim membawakan empat karya tembang puitik ciptaan Ananda Sukarlan yang mengambil dasar puisi dari beberapa penyair Indonesia. Penampilan kedua musisi ini menjadi daya tarik utama dalam upaya mengumpulkan donasi.
Selain sajian musik klasik, acara penggalangan dana ini juga diramaikan dengan kegiatan lain. Panitia menyelenggarakan peragaan busana serta menampilkan penampilan khusus dari umat berkebutuhan khusus binaan Paroki Blok B. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dari tujuan kegiatan ini, yaitu memberikan ruang dan dukungan agar setiap individu dapat berkarya dan berpartisipasi aktif dalam komunitas.
Melalui gabungan seni musik yang berkualitas dan partisipasi seluruh elemen umat, Paroki Blok B berharap dapat memperoleh dukungan finansial yang diperlukan untuk kelanjutan dan pengembangan program pelayanan bagi umat berkebutuhan khusus ke depannya.












