BeritaSeni & Budaya

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang IMLF-4 Hadirkan 1.000 Peserta Busana Minangkabau

1
×

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang IMLF-4 Hadirkan 1.000 Peserta Busana Minangkabau

Sebarkan artikel ini
Suherni Syam (Ketua Persatuan Perempuan Minangkabau Indonesia / PPMI Jakarta) bersama Soni Drestiana (Wakil Ketua IMLF Bidang Luar Negeri, Delegasi dan Acara). Keduanya berperan penting mempersiapkan agenda Peragaan 1.000 Perempuan Berbusana Minang memeriahkan IMLF-4 sekaligus peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi.

Bukittinggi, Veritika.id- Rangkaian kegiatan Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 atau International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) akan berlangsung meriah di Kota Bukittinggi pada 3 hingga 7 Juni 2026.

Salah satu agenda utama yang dinantikan adalah peragaan 1.000 perempuan berbusana Minangkabau. Penyelenggaraan tahun ini memiliki makna khusus, bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Jam Gadang, ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Koordinator kegiatan ini sekaligus Ketua Persatuan Perempuan Minangkabau Indonesia (PPMI), Suherni Syam, menyampaikan laporan perkembangan persiapan dalam rapat panitia yang digelar Jumat (8/5/2026).

Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 800 orang. Peserta berasal dari beragam komunitas perempuan, baik yang berdomisili di Sumatera Barat maupun mereka yang tinggal di daerah perantauan.

“Sebagai warga asli Bukittinggi, saya merasa bangga dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan ini. Lewat peragaan ini, kami berharap bentuk busana perempuan Minangkabau dapat dikenal lebih luas, termasuk oleh peserta dari negara lain yang hadir dalam festival.

Hal ini penting mengingat saat ini banyak ragam pakaian yang dipakai, namun sudah tidak lagi menggambarkan ciri khas budaya setempat,” ungkap Suherni.

Awalnya, konsep acara ini dirancang lebih sederhana dengan nama Peragaan 100 Perempuan Berbusana Minang. Angka 100 dipilih untuk menyelaraskan tema peringatan usia Jam Gadang. Sejalan dengan itu, berbagai kegiatan lain dalam IMLF-4 juga menggunakan angka serupa sebagai penanda, antara lain peluncuran 100 judul buku, penanaman 100 pohon, pameran kaligrafi sepanjang 100 meter, penerbitan antologi 100 puisi bertema Jam Gadang, hingga parade bacaan karya oleh 100 penyair dari berbagai negara.

Perubahan jumlah peserta menjadi 1.000 orang terjadi setelah Persatuan Perempuan Minangkabau Indonesia bergabung sebagai mitra pelaksana. Antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui harapan. Sejak informasi dibuka kepada umum, pendaftaran terus mengalir dari berbagai wilayah. Bahkan delegasi yang datang dari Vietnam, Puerto Rico, dan Bulgaria juga menyatakan keinginan untuk ambil bagian dalam peragaan ini.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Ketua IMLF-4 Bidang Luar Negeri, Delegasi dan Acara, Soni Drestiana. Menurutnya, respon positif ini menjadi bukti bahwa warisan budaya Minangkabau memiliki daya tarik yang kuat.

“Awalnya kami hanya menyiapkan skala kecil. Namun semangat yang ditunjukkan komunitas membuat kami memperluas jangkauan acara. Apalagi delegasi dari 35 negara telah dipastikan hadir. Momen ini kami jadikan peluang memperkenalkan motif, ornamen, dan nilai yang ada di balik setiap helai busana Minangkabau kepada dunia,” tambah Soni, yang memiliki pengalaman panjang menyelenggarakan kegiatan seni di dalam maupun luar negeri.

Persiapan teknis terus dimatangkan oleh panitia bersama PPMI. Selain menampilkan keindahan busana, kegiatan ini juga bertujuan mengingatkan kembali nilai luhur adat istiadat. Busana bukan sekadar penampilan luar, melainkan cerminan sejarah dan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi.

Dengan berlangsungnya IMLF-4, Kota Bukittinggi kembali menjadi pusat pertemuan budaya. Peragaan ini diharapkan menjadi salah satu catatan sejarah, di mana perempuan Minangkabau berperan aktif menjaga dan mewariskan identitas bangsa untuk generasi mendatang.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *