BeritaSeni & Budaya

IMLF-4 2026 Padang Pariaman Kenalkan Budaya Lewat Cik Uniang dan Cik Ajo

0
×

IMLF-4 2026 Padang Pariaman Kenalkan Budaya Lewat Cik Uniang dan Cik Ajo

Sebarkan artikel ini
Cik Uniang Faradisa Safira Augisty dan Cik Ajo Padang Pariaman 2024 Aditya Seprianto berfoto bersama Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung saat kegiatan survei dan gladi penyambutan di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Mei 2026. Keduanya ditunjuk sebagai perwakilan budaya daerah menyambut kedatangan delegasi dari 35 negara pada ajang IMLF-4.

Padang Pariaman, Veritika.id – Rangkaian kegiatan Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 atau International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) semakin mendekati hari pelaksanaan. Sebagai bagian dari penyambutan tamu kehormatan, Cik Uniang dan Cik Ajo Kabupaten Padang Pariaman ditunjuk secara resmi untuk menerima kedatangan delegasi yang berasal dari 35 negara. Acara penyambutan diagendakan berlangsung pada Rabu (3/6/2026) di Bandara Internasional Minangkabau.

Jumlah delegasi yang hadir tercatat lebih dari 200 orang. Penempatan perwakilan budaya ini menjadi langkah strategis, mengingat lokasi bandara berada di wilayah administrasi Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini disampaikan langsung oleh Aditya Seprianto, pemegang gelar Cik Ajo Padang Pariaman tahun 2024, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Minggu (10/5/2026).

Menurut Aditya, persiapan telah berjalan baik. Gladi penyambutan sudah dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026) lalu di dua titik utama, yaitu lingkungan Bandara Internasional Minangkabau dan kawasan Stasiun Kereta Api BIM. Kegiatan tersebut dilakukan bersama panitia pelaksana IMLF-4, instansi terkait, serta didampingi oleh Faradisa Safira Augisty selaku Cik Uniang Padang Pariaman tahun 2024.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan ini. Sebagai Cik Ajo dan Cik Uniang, kami siap mewakili daerah dalam menyambut tamu dunia,” ujar Aditya. Pemuda kelahiran Lubuk Alung, 6 September 2002 ini kini menempuh pendidikan semester akhir Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di STKIP YDB Lubuk Alung.

Ia menambahkan, tugas ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan diri. “Saya senang bisa berkontribusi. Banyak hal yang saya pelajari, mulai dari cara berkomunikasi menggunakan bahasa asing hingga etika bertemu tamu dari latar belakang berbeda. Harapan saya, kegiatan IMLF ini terus berjalan sukses dan semakin dikenal luas pada masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Faradisa Safira Augisty menyampaikan rasa bangganya atas amanah yang diberikan. Bagi mahasiswa semester 6 jurusan Tata Rias dan Kecantikan Universitas Negeri Padang kelahiran 8 Agustus 2004 ini, keterlibatan dalam acara internasional merupakan pengalaman berharga.

“Kesempatan ini adalah kehormatan tersendiri. Selain menambah wawasan, saya berkesempatan menunjukkan bagaimana budaya Minangkabau mengutamakan keramahan. Lewat peran ini, saya ingin menyampaikan nilai dan ciri khas adat kami kepada setiap delegasi yang datang,” jelas Faradisa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan kedua tokoh muda ini. Ia menyatakan, posisi Bandara Internasional Minangkabau sebagai gerbang masuk provinsi menjadikan momen ini sangat tepat untuk mengenalkan potensi daerah.

“Kami berterima kasih kepada panitia IMLF-4 yang telah melibatkan Cik Uniang dan Cik Ajo. Kehadiran mereka menjadi wajah pertama yang dilihat tamu. Ini cara terbaik agar nama, budaya, dan keindahan Padang Pariaman terekam baik dalam ingatan peserta festival,” ungkap Anton.

Sisi teknis penyambutan dijelaskan oleh Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung. Selain penyambutan adat oleh perwakilan Padang Pariaman, rangkaian kedatangan tamu juga diisi dengan penampilan seni tari dari grup Bundo Kanduang Bogor. Tradisi pemasangan tingkuluak dan deta juga akan dilakukan sebagai simbol kehangatan masyarakat setempat. Di kawasan stasiun kereta api, disiapkan sesi pembacaan puisi serta proses pendaftaran peserta.

“Survei dan gladi bersih sudah kami laksanakan bersama pihak pengelola bandara, stasiun, Dinas Pariwisata, Damri, serta instansi transportasi darat dan udara. Semua elemen bersatu memastikan kedatangan berjalan lancar dan berkesan,” kata Armaidi Tanjung.

Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan kedatangan delegasi dari berbagai negara menjadi awal pengenalan budaya Minangkabau yang lebih luas. Cik Uniang dan Cik Ajo menjadi jembatan muda yang membawa semangat kebersamaan dan kearifan lokal ke kancah dunia.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *