BeritaSeni & Budaya

Revolusi dan Kota “Membaca Jalan Tak Ada Ujung Karya Mochtar Lubis”

2
×

Revolusi dan Kota “Membaca Jalan Tak Ada Ujung Karya Mochtar Lubis”

Sebarkan artikel ini
Diskusi Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis membahas kehidupan masyarakat kota pada masa Revolusi serta perubahan cerita ketika karya sastra diangkat ke film.

Jakarta, Veritika.id – Diskusi novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis bertajuk “Revolusi dan Kota” digelar Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) bersama Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Minggu (27/9/2026) pukul 14.00–15.30 WIB, di Ruang Akademi Jakarta/Selasar Akademi Jakarta, lantai 14 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Diskusi menghadirkan sutradara dan pengamat perfilman Mouly Surya serta jurnalis, penulis, peneliti, dan pengamat perfilman Hikmat Darmawan sebagai pembahas, dengan akademisi, eksekutif korporat, penulis, aktivis sastra, sekaligus Ketua Jagat Sastra Milenia, Riri Satria, sebagai pemandu.

Forum ini membahas gambaran Revolusi melalui kehidupan sehari-hari warga kota serta kemungkinan perubahan cerita dari karya sastra ke medium film.

Jalan Tak Ada Ujung membawa cerita tentang kehidupan manusia pada masa Revolusi Indonesia. Peristiwa sejarah hadir melalui pengalaman tokoh yang harus menghadapi situasi penuh tekanan, baik di lingkungan sosial maupun kehidupan pribadi.

Revolusi tidak hanya berkaitan dengan pertempuran. Perubahan situasi politik dan keamanan turut memengaruhi hubungan antarmanusia, kehidupan keluarga, pekerjaan, serta kondisi ekonomi masyarakat.

Novel Mochtar Lubis juga memperlihatkan pilihan yang harus dihadapi seseorang ketika keadaan sekitar berubah. Tokoh-tokohnya berhadapan dengan rasa takut, tekanan, kebutuhan hidup, serta keputusan yang dapat membawa akibat bagi diri sendiri dan orang lain.

Tema “Revolusi dan Kota” mengarahkan diskusi pada kehidupan masyarakat perkotaan ketika konflik berlangsung. Kota menjadi ruang bagi berbagai kelompok dengan latar dan kepentingan yang berbeda. Perubahan keadaan membuat hubungan antarorang ikut mengalami pergeseran.

Selain persoalan sejarah dan kehidupan sosial, diskusi ini juga membahas hubungan sastra dengan film. Mouly Surya dan Hikmat Darmawan membawa pengalaman mereka di bidang perfilman untuk melihat kemungkinan ketika sebuah karya sastra dialihkan ke layar.

Perpindahan cerita dari novel ke film bukan sekadar memindahkan tulisan ke gambar. Film memiliki unsur visual, suara, akting, penyuntingan, serta durasi yang dapat mengubah cara sebuah cerita disampaikan kepada penonton.

Pembahasan tersebut menjadi bagian menarik dari forum karena Jalan Tak Ada Ujung juga pernah diangkat ke layar lebar. Perubahan medium memungkinkan sebuah karya hadir melalui bentuk yang berbeda, sekaligus membuka diskusi mengenai pilihan kreatif ketika cerita sastra diterjemahkan menjadi film.

Mouly Surya hadir sebagai pembahas dengan pengalaman sebagai sutradara dan pengamat perfilman. Ia berdiskusi bersama Hikmat Darmawan yang memiliki latar sebagai jurnalis, penulis, peneliti, dan pengamat perfilman.

Diskusi dipandu Riri Satria, akademisi, eksekutif korporat, penulis, aktivis sastra, dan Ketua Jagat Sastra Milenia. Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian “Bertemu di Cikini” yang mengangkat karya sastra Indonesia melalui tema sejarah, masyarakat, dan kehidupan manusia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) berkolaborasi dengan Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) serta mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Penguatan Komunitas Sastra 2026.

Panitia menyediakan buku gratis bagi 15 peserta pertama yang melakukan daftar ulang di lokasi acara. Pendaftaran dilakukan melalui tautan bit.ly/RevolusidanKota.

Diskusi “Revolusi dan Kota” menjadikan Jalan Tak Ada Ujung sebagai bahan untuk melihat hubungan antara sejarah, kehidupan masyarakat perkotaan, dan persoalan pribadi. Percakapan mengenai adaptasi film juga memperluas bahasan mengenai cara sebuah cerita dapat hadir melalui medium yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *